Didik, Administrator
Tim Redaksi

JAKARTA, Kanal9.id – Indonesia tercatat memasok gas bumi ke Singapura dalam jumlah besar, baik melalui jaringan pipa maupun dalam bentuk gas alam cair atau *Liquefied Natural Gas* (LNG). Sepanjang periode yang disampaikan pemerintah, ekspor LNG ke negara tetangga tersebut mencapai 148 kargo.

Namun, pemerintah menduga tidak seluruh pasokan LNG asal Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik Singapura. Sebagian gas tersebut disinyalir dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan atau *trading* sebelum kembali diekspor ke negara lain.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa ekspor gas bumi Indonesia ke Singapura melalui pipa mencapai 409,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Sementara itu, pengiriman LNG tercatat sebanyak 148 kargo.

Menurut Bahlil, terdapat kemungkinan sebagian LNG yang dikirim ke Singapura tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi negara tersebut.

"148 kargo itu setara dengan 1.480 MM. Itu yang kita kirim. Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," kata Bahlil saat ditemui di Istana Negara, Jumat (30/10/2026).

Ad Space

Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Gas Domestik

Terkait kemungkinan pengurangan ekspor LNG ke Singapura pada tahun depan, Bahlil menyatakan pemerintah akan melihat perkembangan kebutuhan gas nasional terlebih dahulu.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri menjadi prioritas utama sebelum pemerintah memutuskan untuk mengirimkan pasokan gas ke pasar internasional.

Menurutnya, ekspor tetap dapat dilakukan sepanjang kebutuhan domestik telah terpenuhi dengan baik.

"Nanti kita lihat perkembanganlah, ya. Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita, tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain, ya," jelasnya.

Ad Space

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya gas bumi nasional. Ketersediaan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan volume ekspor ke negara lain.

Bahlil Tak Tahu Detail Pertemuan Prabowo dengan Menlu Singapura

Di sisi lain, Bahlil juga ditanya mengenai pertemuan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa hari sebelumnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bahlil mengaku tidak mengetahui secara terperinci materi pembahasan dalam pertemuan tersebut lantaran dirinya tidak hadir.

"Oh, saya tidak tahu ya kemarin pembicaraannya seperti apa karena saya tidak ada di dalam pertemuan itu dengan Menlu, ya," ujarnya.

Ad Space

Ia hanya mengetahui secara sepintas bahwa Menteri Luar Negeri Singapura datang untuk meminta waktu bertemu dengan Presiden Prabowo. Permintaan tersebut kemudian mendapat respons positif dari kepala negara.

"Ya sepintasnya bahwa dia datang. Sepintas lalu itu adalah Menlunya datang minta waktu untuk menghadap Bapak Presiden, dan Bapak Presiden memberikan waktu," pungkas Bahlil.

Bagikan: