BONDOWOSO – Seorang pendaki asal Surabaya bersama seorang pemandu lokal dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Hingga Selasa (4/8/2026), tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan keduanya.
Korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (35), pemandu pendakian asal Bondowoso. Keduanya diduga tersesat setelah salah mengambil jalur saat mendaki gunung yang dikenal memiliki medan ekstrem tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai hilangnya kedua pendaki pada Selasa pagi sekitar pukul 07.56 WIB dari unsur Potensi SAR.

Laporan tersebut bermula dari kecurigaan warga yang menemukan sebuah sepeda motor berwarna merah terparkir di kawasan pendakian sejak Minggu (2/8) pagi. Kendaraan tersebut tidak kunjung dipindahkan sehingga memunculkan dugaan pemiliknya belum kembali dari pendakian.
"Kami menerima informasi pada Selasa pagi pukul 07.56 WIB dari Potensi SAR. Diduga kedua pendaki mengalami salah jalur atau tersesat saat menavigasi rute pendakian Gunung Piramid," kata Oka.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Jember segera memberangkatkan tim penyelamat menuju lokasi pada pukul 08.17 WIB untuk memimpin operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai instansi dan relawan, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Curahdami, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), serta komunitas relawan pencinta alam.
Menurut Oka, proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik Gunung Piramid yang memiliki jalur pendakian sempit, terjal, dan diapit jurang curam di sisi kanan maupun kiri. Kondisi tersebut membuat setiap personel harus bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Untuk mendukung operasi, tim dibekali berbagai perlengkapan khusus, seperti peralatan jungle rescue, perlengkapan mountaineering, peralatan medis, hingga perangkat komunikasi yang digunakan untuk menjaga koordinasi selama penyisiran berlangsung.
"Seluruh sumber daya yang tersedia kami optimalkan. Penyisiran dilakukan sesuai rencana operasi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, mengingat medan di lokasi cukup berisiko," ujar Oka.

Tim SAR membagi area pencarian ke sejumlah sektor yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban. Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kemungkinan korban keluar dari jalur utama pendakian maupun berada di titik-titik yang sulit dijangkau.
Selain melakukan pencarian melalui jalur darat, petugas juga mengumpulkan informasi dari warga sekitar, pendaki lain, dan pihak yang terakhir berkomunikasi dengan korban guna mempersempit area pencarian.
Hingga Selasa siang, kedua pendaki belum berhasil ditemukan. Meski demikian, kondisi cuaca di kawasan Gunung Piramid dilaporkan cerah berawan, sehingga dinilai cukup mendukung jalannya operasi pencarian.

Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilanjutkan hingga kedua korban ditemukan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan seluruh personel yang bertugas di medan pegunungan yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi tersebut.

