BANYUMAS, Kanal9.id - Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Hingga kini, permohonan dropping air dari sejumlah desa masih terus berdatangan.
Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas, Awal Sudiono, mengatakan saat ini terdapat sekitar empat hingga enam desa yang masih bergantung pada bantuan air bersih. BPBD pun terus melakukan distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Permohonan bantuan air bersih semakin hari semakin bertambah. Saat ini dropping air bersih juga masih terus kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Awal Sudiono.
Menurutnya, penyaluran bantuan diprioritaskan ke wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Sejumlah daerah yang telah menerima bantuan di antaranya Kecamatan Purwojati, Desa Sawangan di Kecamatan Ajibarang, Jatilawang, Gumelar, dan Pekuncen.
BPBD mencatat sedikitnya terdapat 14 kecamatan di Banyumas yang memiliki wilayah dengan potensi sumber air bersih sangat minim. Akibatnya, ribuan warga terdampak dan membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau dihitung secara keseluruhan, jumlah warga yang membutuhkan air bersih mencapai ribuan karena ada 14 kecamatan yang potensi air bersihnya hampir tidak ada," ujarnya.
BPBD Banyumas memastikan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Distribusi dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa maupun masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Apabila musim kemarau semakin panjang dan permintaan bantuan terus meningkat, BPBD Banyumas juga mengimbau pemerintah desa untuk segera mengajukan permohonan bantuan agar distribusi air bersih dapat dilakukan lebih cepat.

