Ahmad Wahid, Ahmad Wahid
Tim Redaksi

Brebes, Kanal9.id – Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) terus mendorong modernisasi pertanian di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Melalui penguatan kelembagaan, penerapan teknologi, dan akses pembiayaan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian serta daya saing petani.

Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah atas pendampingan yang diberikan kepada petani di Desa Kedungneng, Selasa (4/8/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Brebes, Hendri Adi Komara, mengatakan penerapan sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) mampu meningkatkan produktivitas padi. Dari rata-rata hasil panen 5–6 ton per hektare dengan metode konvensional, sistem PM-AAS mampu menghasilkan hingga 10,2 ton per hektare berdasarkan hasil sampling.

Sementara itu, Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, menjelaskan Program ICARE yang didukung pendanaan World Bank telah berjalan sejak 2022 dan akan berakhir pada 2027. Di Brebes, program ini mencakup delapan desa di Kecamatan Losari dengan komoditas unggulan padi dan pisang.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan Program ICARE Tahun 2025 dan 2026 kepada empat koperasi tani sebagai upaya memperkuat kelembagaan ekonomi petani menuju korporasi pertanian yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.***

Ad Space
Bagikan: