Ahmad Wahid, Administrator
Tim Redaksi


PEMALANG, Kanal9.id – Kabupaten Pemalang terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah melalui peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Plt. Bupati Pemalang Nurkholes menyebut, produksi gabah Pemalang pada 2024 mencapai 421.329 ton dengan produksi beras 242.289 ton. Sementara pada Januari–September 2026, produktivitas padi tercatat sekitar 5,33 ton gabah kering per hektare dengan produksi beras mencapai 168.335 ton.

Hal itu disampaikan Nurkholes saat menghadiri panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Pemalang, Kamis (3/9/2026). Di lokasi tersebut, terdapat sekitar 417 hektare lahan padi yang dikelola lima kelompok tani. Khusus lahan Kelompok Tani Utama Lima seluas 45 hektare, produktivitas diproyeksikan mencapai 7,2 ton gabah kering panen per hektare.

Nurkholes mengatakan, harga gabah saat ini cukup baik, berkisar Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram, atau di atas HPP gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Ad Space

Namun, Pemalang masih menghadapi tantangan berupa penyusutan lahan sawah. Luas sawah turun dari sekitar 34.181 hektare pada 2024 menjadi 32.733 hektare pada 2025.

Pemerintah daerah pun mendorong peningkatan produktivitas, perlindungan lahan pertanian, penguatan irigasi, pemanfaatan teknologi, serta dukungan sarana produksi dan alat mesin pertanian.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis target produksi padi Jawa Tengah sebesar 10,5 juta ton pada 2026 dapat tercapai. Hingga Januari–Agustus 2026, produksi padi Jateng telah mencapai 6,69 juta ton atau sekitar 63 persen dari target.

Menurut Luthfi, optimisme tersebut didukung puncak panen raya kedua dan potensi panen ketiga di sejumlah daerah. Ia berharap momentum panen dapat terus dipertahankan untuk mendukung tercapainya target produksi dan swasembada pangan nasional.(Whd)

Bagikan: