Ahmad Wahid, Administrator
Tim Redaksi

PEMALANG, Kanal9.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan kasus perundungan di lingkungan pendidikan tidak boleh kembali terjadi. Pemerintah Kabupaten Pemalang akan mengevaluasi sistem pendidikan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak.

Hal itu disampaikan Nurkholes saat memimpin Apel Bersama ASN di Lapangan Tenis Indoor Setda Pemalang, Senin (5/10/2026).

Nurkholes mengatakan konsep pendidikan ramah anak harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar menjadi slogan. Pemerintah juga harus memastikan seluruh anak yang bersekolah di Pemalang mendapat rasa aman dan nyaman.

Menurutnya, keterbukaan informasi dalam penanganan kasus juga penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Perkembangan informasi di media sosial terkait kasus perundungan, lanjutnya, perlu disikapi secara tepat.

Nurkholes menyebut terdapat enam kasus perundungan di Pemalang, dua di antaranya menyebabkan korban meninggal dunia. Ia meminta seluruh kasus tersebut diusut secara tuntas dan transparan sebagai bahan evaluasi bersama.

Ad Space

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pihak mana pun, termasuk keluarga korban. Penanganan persoalan harus dilakukan berdasarkan fakta dan proses hukum yang berlaku.

Nurkholes menambahkan, pencegahan perundungan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan pemerintah. Peran orang tua dalam membentuk karakter serta memberikan pendampingan kepada anak juga sangat penting.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pemalang juga melakukan penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis sebagai komitmen bersama dalam mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah.(Whd)

Bagikan: