Hanif, Administrator
Tim Redaksi

Kabar membanggakan datang dari dunia seni pertunjukan tanah air setelah maestro tari kontemporer Indonesia, Eko Supriyanto, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Institut Seni Indonesia Surakarta. Seniman kenamaan yang lebih akrab disapa Eko Pece tersebut meraih pencapaian akademik tertingginya dalam bidang ranting ilmu koreografi di Pendopo ISI Solo.


Perjalanan karier seni Eko Pece tergolong sangat luar biasa dan melintasi batas-batas internasional. Sebelum mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk dunia pendidikan tinggi seni di Indonesia, ia pernah mencatatkan sejarah membanggakan sebagai salah satu penari latar pilihan dalam tur konser dunia diva pop internasional, Madonna.


Dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar, Eko menekankan pentingnya penguatan metode riset dan pemikiran kritis dalam proses penciptaan karya seni. Ia memperkenalkan pendekatan inovatif yang disebut sebagai metode tiga R, yakni revisiting, re-questioning, dan re-interpreting bagi para akademisi serta seniman muda.

Ad Space


Menurutnya, pengkaryaan seni di perguruan tinggi tidak boleh hanya mengandalkan intuisi semata, melainkan harus didasari oleh penelusuran masalah, kebaruan gagasan, serta narasi data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengangkat muruah dan martabat pendidikan tinggi kesenian di Indonesia.


Rektor ISI Solo beserta jajaran senat terbuka menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian akademik Prof. Eko Supriyanto. Kehadiran figur seniman praktisi berkaliber internasional di jajaran guru besar diyakini akan mendongkrak kualitas kurikulum dan memperluas jaringan kolaborasi global kampus seni tersebut.


Ad Space

Para mahasiswa dan civitas akademika ISI Solo menyambut antusias pengukuhan sang maestro. Pengalaman empiris Eko Pece berkecimpung di panggung seni global diharapkan mampu menginspirasi generasi muda penari Indonesia untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi nusantara.


Pemberian gelar profesor ini juga menjadi bukti bahwa seniman pertunjukan tradisional maupun kontemporer Indonesia memiliki kapasitas intelektual yang sejajar dengan disiplin ilmu formal lainnya. Kontribusi nyata Eko dalam dunia seni tari telah diakui baik di dalam maupun luar negeri.


Pemerintah melalui kementerian terkait turut memberikan ucapan selamat atas pengukuhan tersebut. Pemerintah berharap para guru besar seni dapat terus melahirkan riset-riset koreografi yang memperkaya khazanah kebudayaan nasional serta memajukan ekosistem industri kreatif tanah air.

Ad Space


Acara pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut turut dimeriahkan oleh pementasan cuplikan karya tari garapan sang maestro yang memukau para tamu undangan. Nuansa seni tradisional dan kontemporer berpadu harmonis sepanjang jalannya acara.


Dengan resmi menyandang gelar profesor, Eko Pece berkomitmen untuk terus membimbing para mahasiswa seni agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan siap bersaing di kancah seni pertunjukan global tanpa kehilangan identitas budaya bangsa.

Bagikan: