Didik, Administrator
Tim Redaksi

YOGYAKARTA, Kanal9.id – Aktivis demo peringatan Hari Sumpah Pemuda di kawasan Malioboro, Yogyakarta, akhirnya dibebaskan oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pembebasan tersebut berlangsung pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 23.50 WIB setelah mereka menjalani pemeriksaan di Mapolda DIY.

Meski sebagian besar peserta aksi telah kembali ke rumah, Koalisi Masyarakat Sipil Yogyakarta masih melakukan penelusuran terhadap dua orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan data terbaru hingga Jumat (30/10/2026), posko pengaduan Koalisi Masyarakat Sipil Yogyakarta telah menerima sebanyak 49 laporan terkait orang-orang yang diduga terdampak penanganan aksi demonstrasi tersebut.

Koalisi Masyarakat Sipil Yogyakarta yang sebelumnya menjalani pemeriksaan di Polda DIY telah dibebaskan. Mereka merupakan bagian dari peserta aksi demonstrasi yang diamankan setelah terjadi kericuhan di kawasan Malioboro pada Rabu (28/10/2026).

Ad Space

Adapun aktivis demonstrasi yang telah dibebaskan tersebut masing-masing berinisial AJ, FAP, GVA, NHP, SAS, RDD, MKG, NVW, PSD, YA, RAS, RSM, DP, ASH, VEH, HA, ABR, FRH, S, FNL, AIB, SM, NLS, MFB, SL, PSA, MBF, ABH, DN, DHS, AJ, MAP, RSD, dan MYH.

Dengan pembebasan tersebut, sebagian besar nama yang masuk dalam laporan posko pengaduan telah diketahui keberadaannya.

Namun, Koalisi Masyarakat Sipil Yogyakarta masih berupaya memastikan keberadaan dua orang yang belum terkonfirmasi hingga Jumat.

Demo Malioboro 28 Oktober Berakhir Ricuh

Sebelumnya, demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) di kawasan Malioboro berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi setelah aksi yang berlangsung di sekitar Titik Nol Kilometer Yogyakarta selesai dan massa mulai membubarkan diri.

Ad Space

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan bahwa pihaknya menduga terdapat dua gelombang massa yang datang ke kawasan tersebut.

Gelombang pertama menggelar aksi pada sore hari dengan titik konsentrasi di kawasan Titik Nol Kilometer. Massa aksi disebut telah membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, setelah kelompok pertama meninggalkan lokasi, muncul kelompok massa lain yang tidak dikenal dan mendatangi Gedung DPRD DIY.

Kelompok tersebut diduga melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api ke arah petugas parkir di Jalan Perwakilan.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi keributan antara kelompok massa dan petugas parkir.

Melihat kondisi tersebut, personel kepolisian yang berjaga di sekitar Gedung DPRD DIY berupaya mengamankan lokasi dan mencegah keributan semakin meluas.

Ad Space

Akan tetapi, kelompok massa disebut melakukan perlawanan dan kembali melempar batu, petasan, serta kembang api ke arah petugas.

Polisi Amankan Satu Orang yang Diduga Membawa Senjata Tajam

Dalam penanganan kericuhan tersebut, Polda DIY mengamankan satu orang yang diduga membawa senjata tajam.

Kombes Pol Ihsan menyampaikan bahwa orang tersebut diamankan sekitar pukul 18.00 WIB. Saat memberikan keterangan pada Rabu malam, ia menyebut polisi masih melakukan pendataan dan identifikasi terhadap seluruh orang yang diamankan.

Pemeriksaan juga dilakukan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) serta petugas kesehatan.

Ad Space

Menurut keterangan Ihsan, hasil pemeriksaan saat itu menunjukkan sebagian besar orang yang diperiksa diduga telah mengonsumsi minuman keras.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas dan latar belakang masing-masing orang yang diamankan.

Fasilitas Umum dan Properti Pedagang Mengalami Kerusakan

Kericuhan di kawasan Malioboro tidak hanya berdampak terhadap keamanan, tetapi juga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan properti milik masyarakat.

Polda DIY menyebut beberapa benda mengalami kerusakan akibat aksi pelemparan dan pembakaran yang terjadi saat insiden berlangsung.

Ad Space

Salah satu fasilitas yang dilaporkan rusak adalah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sekitar kawasan Malioboro.

Sejumlah properti milik pedagang juga mengalami kerusakan akibat kericuhan tersebut. Selain itu, beberapa anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka, terutama akibat terkena lemparan benda dari arah massa.

Hingga Rabu malam, kepolisian masih melakukan pendataan terhadap jumlah personel yang mengalami luka maupun kerusakan fasilitas yang ditimbulkan.

Polisi Dorong Massa hingga Kawasan Tugu Jogja

Untuk mengendalikan situasi, personel Dalmas Polda DIY kemudian dikerahkan guna membubarkan massa dari kawasan Malioboro. Petugas melakukan upaya pendorongan ke arah utara agar kelompok massa meninggalkan kawasan Gedung DPRD DIY dan sekitarnya.

Ad Space

Menurut keterangan Kombes Pol Ihsan, situasi berangsur terkendali sekitar pukul 22.00 WIB. Massa kemudian bergerak ke arah Jalan Mangkubumi hingga kawasan Tugu Jogja dan palang pintu perlintasan kereta api. Kepolisian juga tetap menempatkan personel di sekitar Malioboro untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan susulan.

Pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan aktivitas masyarakat, pedagang, serta wisatawan di kawasan Malioboro tetap berlangsung aman.

Sementara itu, perkembangan dan penelusuran dua orang yang belum diketahui keberadaannya menjadi perhatian Koalisi Masyarakat Sipil Yogyakarta.

Masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama terkait tindak lanjut laporan orang-orang yang belum terkonfirmasi keberadaannya.

Bagikan: