kanal9.id – Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia. Penyakit ini dapat menyerang secara tiba-tiba dan mengubah kualitas hidup seseorang dalam hitungan menit. Meski faktor seperti usia dan riwayat keluarga tidak dapat dihindari, para ahli menegaskan bahwa risiko stroke dapat ditekan melalui perubahan gaya hidup, terutama dengan menerapkan pola makan yang sehat.
Dokter spesialis jantung intervensi dari MemorialCare Saddleback Medical Center, California, Dr. Cheng-Han Chen, mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan pembuluh darah. Pola makan yang tepat membantu mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, hingga gula darah, yang merupakan faktor utama penyebab stroke.
Menurutnya, pola makan seperti DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) maupun diet Mediterania** menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan karena kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta lemak sehat.
Senada dengan itu, ahli gizi dari Keatley Medical Nutrition Therapy, Scott Keatley, menjelaskan bahwa makanan yang mengandung zat antiinflamasi mampu menjaga elastisitas pembuluh darah sekaligus mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah yang dapat memicu stroke.
Berikut sejumlah makanan yang direkomendasikan para ahli untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko stroke.

1. Sayuran Hijau
Bayam, kale, arugula, dan berbagai sayuran hijau lainnya mengandung nitrat alami yang diubah tubuh menjadi oksida nitrat. Senyawa ini membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah lebih terkontrol. Selain itu, kandungan vitamin K di dalamnya juga berperan dalam proses pembekuan darah yang normal.
2. Buah Jeruk
Jeruk, jeruk bali, dan buah citrus lainnya kaya vitamin C, folat, kalium, serta antioksidan yang membantu melawan peradangan. Kandungan serat larutnya juga efektif membantu menurunkan kolesterol jahat. Namun, khusus jeruk bali, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter jika sedang mengonsumsi obat tertentu karena dapat memengaruhi efektivitas obat.
3. Kenari

Kenari merupakan sumber asam lemak omega-3 nabati atau alfa-linolenat (ALA). Konsumsi rutin kenari diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL yang menjadi salah satu penyebab penyumbatan pembuluh darah.
4. Yogurt
Yogurt, terutama yang rendah gula atau tanpa tambahan pemanis, mengandung probiotik, kalsium, dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung. Kandungan tersebut membantu menjaga keseimbangan kadar lemak darah sekaligus mendukung tekanan darah tetap stabil.
5. Oat
Oat merupakan sumber serat larut yang tinggi, dilengkapi magnesium dan vitamin B. Mengonsumsi oat secara rutin membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mengurangi risiko kerusakan pembuluh darah akibat lonjakan gula darah yang berulang.

6. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, hingga makarel kaya akan asam lemak omega-3 EPA dan DHA. Nutrisi ini membantu mengurangi kecenderungan trombosit menggumpal sehingga risiko terbentuknya bekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah otak menjadi lebih rendah.
7. Makanan Tinggi Serat Larut
Apel, pir, wortel, dan ubi jalar merupakan contoh makanan yang kaya serat larut. Di dalam saluran pencernaan, serat ini membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus mengikat kolesterol jahat agar tidak mudah masuk ke dalam aliran darah.
8. Protein Nabati

Kacang merah, kacang hitam, lentil, dan berbagai jenis kacang-kacangan menjadi sumber protein sehat yang rendah lemak jenuh. Menggantikan sebagian konsumsi protein hewani dengan protein nabati diketahui mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.
Minuman dan Makanan Lain yang Tak Kalah Bermanfaat
Selain delapan jenis makanan tersebut, sejumlah asupan lain juga dinilai mampu mendukung kesehatan pembuluh darah jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Kopi dan teh hijau mengandung polifenol serta katekin yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Buah bit dikenal kaya nitrat alami yang membantu pembentukan oksida nitrat sehingga pembuluh darah lebih rileks.
Sementara itu, alpukat menyediakan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk menjaga elastisitas pembuluh darah. Cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi juga mengandung flavonoid yang dapat membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah dan sedikit menurunkan tekanan darah.

Para ahli mengingatkan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang mampu mencegah stroke secara instan. Namun, mengombinasikan pola makan sehat dengan aktivitas fisik rutin, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko stroke dan menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

