Kanal9.id - Teh menjadi salah satu minuman yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Minuman ini dapat dinikmati dalam berbagai cara, baik diseduh hangat maupun disajikan dingin dengan tambahan es.
Selain menyegarkan, teh juga dikenal memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Lantas, jika harus memilih antara teh panas dan es teh, mana yang lebih baik untuk kesehatan?
Teh yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, seperti teh hijau dan teh hitam, mengandung polifenol dan flavonoid. Kedua senyawa tersebut dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari dampak radikal bebas.
Namun, cara menyeduh teh ternyata dapat memengaruhi jumlah senyawa yang berhasil diekstrak dari daun teh.
Penyeduhan panas lebih optimal

Pada dasarnya, teh dingin dapat dibuat dengan merendam daun teh dalam air bersuhu ruang selama waktu tertentu. Metode ini menghasilkan rasa yang cenderung lebih ringan, lembut, dan tidak terlalu pahit.
Ahli gizi Lee McIntyre menjelaskan bahwa proses penyeduhan dingin membuat rasa teh berbeda dibandingkan teh yang diseduh menggunakan air panas.
Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyeduhan menggunakan air dingin atau suhu ruang cenderung mengekstrak polifenol dalam jumlah lebih sedikit.
Hal tersebut berkaitan dengan peran suhu dalam proses ekstraksi. Air panas membantu memecah struktur daun teh sehingga berbagai senyawa di dalamnya lebih mudah larut ke dalam air.
Karena itu, teh yang diseduh dengan air panas umumnya memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan teh yang dibuat melalui metode penyeduhan dingin.

Bukan berarti es teh tidak sehat
Meski teh panas unggul dalam hal ekstraksi antioksidan, bukan berarti es teh tidak memiliki manfaat. Teh dingin tetap dapat menjadi pilihan minuman, terutama bagi mereka yang lebih menyukai rasa segar dan ringan.
Pilihan antara teh panas dan dingin pada akhirnya juga bergantung pada selera serta kondisi saat mengonsumsinya. Teh hangat dapat menjadi pilihan ketika cuaca dingin, sementara es teh terasa lebih menyegarkan ketika suhu sedang panas.
Yang perlu diperhatikan adalah tambahan gula. Es teh yang dikonsumsi dengan gula dalam jumlah berlebihan justru dapat meningkatkan asupan gula harian.
Jadi, jika dilihat dari kemampuan mempertahankan dan mengekstrak senyawa antioksidan, **teh yang diseduh panas cenderung lebih unggul dibandingkan teh dingin**.

Namun, baik teh panas maupun dingin tetap dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang sehat selama diminum secara wajar dan tidak berlebihan menambahkan gula.

