Kanal9.id - Banyak orang memilih berlari pada pagi buta atau malam hari agar tidak terganggu aktivitas harian maupun cuaca yang panas. Namun, masih ada anggapan bahwa lari setelah bangun tidur terlalu membebani jantung, sementara lari malam dianggap dapat mengganggu kualitas tidur.
Lalu, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk berlari?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa baik lari pagi maupun lari malam sama-sama aman bagi kesehatan jantung. Tidak ditemukan perbedaan signifikan terhadap risiko penyakit kardiovaskular berdasarkan waktu seseorang berolahraga.
Dalam sebuah studi yang memantau aktivitas fisik peserta selama beberapa tahun menggunakan alat pelacak aktivitas, peneliti menemukan bahwa olahraga pada pagi maupun malam hari sama-sama berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang rendah.
Sebaliknya, aktivitas fisik yang lebih banyak dilakukan pada tengah hari justru dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular sedikit lebih tinggi. Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti olahraga siang berbahaya, melainkan kemungkinan dipengaruhi ritme biologis tubuh dan faktor gaya hidup lainnya.

Meski sama-sama aman, tubuh memberikan respons yang berbeda terhadap olahraga pagi dan malam. Pada pagi hari, suhu inti tubuh masih relatif rendah setelah beristirahat semalaman sehingga tubuh memerlukan waktu pemanasan lebih lama sebelum mencapai performa optimal.
Sementara itu, menjelang sore hingga malam, suhu tubuh cenderung lebih tinggi sehingga otot menjadi lebih lentur dan kemampuan menghasilkan tenaga berada pada kondisi terbaik. Karena itu, performa fisik saat berlari pada sore atau malam hari sering kali terasa lebih maksimal.
Dari sisi metabolisme, lari pagi—terutama sebelum sarapan—dinilai lebih efektif meningkatkan pembakaran lemak sebagai sumber energi. Sebaliknya, olahraga malam diketahui dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi, mengontrol kadar gula darah, serta menurunkan tekanan darah sistolik pada kelompok tertentu, termasuk pria dengan obesitas.
Meski memiliki keunggulan masing-masing, para ahli menegaskan bahwa faktor terpenting bukanlah waktu berolahraga, melainkan konsistensi melakukannya.
Penelitian terhadap komunitas pelari menunjukkan tidak ada perbedaan berarti antara pelari pagi dan pelari malam dalam hal kualitas tidur, suasana hati, maupun detak jantung saat istirahat sebagai indikator pemulihan tubuh.

Bahkan, olahraga malam juga tidak terbukti mengganggu kualitas tidur pada orang sehat selama tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.
Kesimpulannya, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan lari pagi lebih sehat atau lebih aman dibanding lari malam. Keduanya sama-sama memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan kebugaran.
Lari pagi cocok bagi mereka yang ingin meningkatkan pembakaran lemak sekaligus membangun rutinitas harian, sedangkan lari malam dapat menjadi pilihan bagi yang ingin memperoleh performa fisik lebih optimal setelah aktivitas seharian.
Pada akhirnya, waktu terbaik untuk berlari adalah waktu yang paling sesuai dengan kondisi tubuh, tujuan olahraga, dan jadwal harian sehingga aktivitas tersebut dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

