Administrator, Administrator
Tim Redaksi

kanal9.id - Diabetes masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar penderitanya ternyata tidak menyadari telah mengidap penyakit tersebut hingga kondisinya sudah cukup parah.

Data menunjukkan sekitar 73 persen penyandang diabetes di Indonesia belum mengetahui dirinya mengidap penyakit gula. Akibatnya, banyak pasien baru terdiagnosis saat menjalani pemeriksaan karena penyakit lain atau bahkan ketika sudah mengalami kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Jumlah penyandang diabetes di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 20 juta orang. Angka itu diproyeksikan terus meningkat hingga melampaui 30 juta jiwa pada 2045. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) bahkan mengestimasi satu dari sepuluh penduduk Indonesia kini hidup dengan diabetes.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Em Yunir, mengatakan tingginya jumlah kasus yang tidak terdiagnosis menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular di Tanah Air.

Menurutnya, banyak penderita sama sekali tidak menyadari dirinya mengidap diabetes karena penyakit ini berkembang secara perlahan tanpa keluhan yang mencolok. Akibatnya, diabetes baru diketahui ketika pasien berobat untuk penyakit lain atau saat mengalami komplikasi yang serius.

Ad Space

Hal senada disampaikan Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Makky Zamzami, saat diwawancarai Pro 3 RRI pada Selasa (21/7/2026). Ia menjelaskan diabetes dikenal sebagai penyakit yang berkembang secara kronis sehingga gejalanya sering luput dari perhatian.

Makky mengungkapkan, sebenarnya tubuh telah memberikan tanda-tanda sejak awal. Gejala seperti sering merasa haus, mudah lapar, hingga lebih sering buang air kecil merupakan sinyal yang patut diwaspadai. Sayangnya, banyak masyarakat menganggap keluhan tersebut sebagai hal biasa sehingga pemeriksaan kesehatan sering kali ditunda.

Selain pola hidup, faktor keturunan juga memiliki peran besar terhadap risiko diabetes. Makky menyebut seseorang yang memiliki kedua orang tua pengidap diabetes berpeluang hingga 70-80 persen mengalami penyakit serupa.

Di sisi lain, pola konsumsi masyarakat juga dinilai turut memperburuk kondisi tersebut. Banyak orang tanpa sadar mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan karena pemanis tidak hanya terdapat pada minuman atau makanan penutup, tetapi juga ditambahkan pada masakan sehari-hari seperti sambal dan sayur.

Karena itu, para ahli mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Mengurangi konsumsi gula, menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menekan risiko diabetes sekaligus mendeteksi penyakit lebih awal sebelum menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Ad Space


Bagikan: