Kanal9.id - Maraknya tren minum kopi di kalangan remaja dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai batas aman konsumsi kafein. Dokter mengingatkan, kopi boleh dikonsumsi, namun tidak berlebihan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
dr. Mey mengatakan konsumsi kopi yang berlebihan dapat memicu sejumlah efek samping, seperti jantung berdebar, sulit tidur, rasa cemas, hingga menurunnya kualitas istirahat.
"Minum kopi sebenarnya tidak dilarang. Namun, remaja perlu memahami batas konsumsi kafein. Jika berlebihan, dapat menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, cemas, hingga menurunkan kualitas istirahat," kata dr. Mey.
Ia menjelaskan, kurang tidur akibat mengonsumsi kopi, terutama pada malam hari, dapat mengganggu konsentrasi saat belajar, menurunkan produktivitas, serta memengaruhi kebugaran tubuh. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut juga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.
Karena itu, dr. Mey mengimbau remaja untuk lebih bijak dalam menentukan waktu dan jumlah konsumsi kopi. Selain itu, kebutuhan cairan tubuh tetap harus dipenuhi dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

"Jangan sampai kopi menggantikan kebutuhan tubuh akan air putih atau menjadi alasan untuk sering begadang. Pola hidup sehat tetap menjadi kunci menjaga kesehatan," ujarnya.
Ia berharap meningkatnya budaya ngopi di kalangan remaja dapat dibarengi dengan edukasi mengenai pola konsumsi yang sehat, sehingga manfaat kopi tetap bisa dinikmati tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

