Didik, Administrator
Tim Redaksi

Kanal9.id - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan selama puncak musim kemarau. Cuaca yang lebih panas, udara kering, dan meningkatnya paparan debu dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak dini.

dr. Choirul Mufied mengatakan, menjaga kecukupan cairan tubuh menjadi langkah utama yang perlu dilakukan selama musim kemarau. Suhu udara yang tinggi membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat sehingga risiko dehidrasi meningkat.

"Jangan menunggu haus untuk minum. Biasakan mencukupi kebutuhan air putih setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik," ujar dr. Mufied.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada siang hari saat suhu sedang tinggi. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan pelindung seperti topi, payung, atau pakaian yang nyaman untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.

Ia juga menekankan pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran serta memastikan waktu istirahat yang cukup. Menurutnya, daya tahan tubuh yang baik akan membantu tubuh beradaptasi menghadapi perubahan kondisi cuaca selama musim kemarau.

Ad Space

Tak hanya itu, udara yang lebih kering disertai meningkatnya debu berpotensi memicu gangguan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta penderita asma maupun alergi. Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dianjurkan memakai masker saat berada di lingkungan berdebu dan menjaga kebersihan rumah agar kualitas udara tetap terjaga.

dr. Mufied mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang muncul selama musim kemarau. Jika mengalami demam tinggi, sesak napas, batuk berkepanjangan, atau tanda-tanda dehidrasi seperti lemas dan pusing, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih awal.

Ia berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat selama musim kemarau. Langkah sederhana seperti rutin minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menghindari paparan panas berlebihan dinilai efektif menjaga kesehatan hingga musim kemarau berakhir.

Bagikan: