Administrator, Administrator
Tim Redaksi

kanal9.id - Sarapan bukan sekadar rutinitas untuk mengisi energi di awal hari. Bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD), melewatkan makan pagi justru bisa menjadi pemicu munculnya gejala asam lambung yang mengganggu.

Masih banyak orang yang sengaja tidak sarapan karena sedang menjalani program diet atau terburu-buru memulai aktivitas. Padahal, kebiasaan tersebut tidak disarankan bagi kelompok tertentu, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, anak sekolah, dan terutama penderita GERD.

Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa pasien GERD sebaiknya tidak mengosongkan lambung terlalu lama. Menurutnya, sarapan tetap diperlukan agar produksi asam lambung tetap seimbang dan tidak memicu iritasi pada lambung.

"Untuk pasien dengan GERD juga sebaiknya tetap ada breakfast-nya. Jangan di-skip sampai nanti siang misalnya," ujar dr. Yaze.

Ia menjelaskan, tubuh secara alami terus memproduksi asam lambung, bahkan ketika seseorang tidak makan. Produksi asam tersebut juga mengikuti pola jam makan yang sudah terbentuk. Saat seseorang terbiasa makan pada waktu tertentu tetapi justru melewatkannya, asam lambung tetap diproduksi meski tidak ada makanan yang dicerna.

Ad Space

Akibatnya, lambung yang kosong dapat mengalami iritasi karena asam lambung mengenai dinding lambung. Kondisi ini sering memicu rasa perih, nyeri, hingga gejala refluks yang lebih berat.

"Yang namanya asam lambung itu sebenarnya selalu diproduksi. Ketika tidak ada makanan yang diolah, asam lambung bisa mengenai dinding lambung," jelasnya.

Karena itu, menjaga jadwal makan menjadi salah satu kunci penting dalam mengendalikan GERD. Bukan hanya memilih makanan yang tepat, tetapi juga memastikan waktu makan berlangsung secara teratur setiap hari.

Menurut dr. Yaze, banyak penderita GERD yang mengalami perbaikan setelah disiplin mengatur pola makan. Ketika jam makan tidak lagi berantakan, keluhan seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, maupun naiknya asam lambung cenderung berkurang.

Bagi penderita GERD, sarapan bukan hanya soal mengganjal perut sebelum beraktivitas. Kebiasaan sederhana ini juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus mencegah asam lambung kambuh di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Ad Space


Bagikan: