Helmi, Administrator
Tim Redaksi

SEMARANG - Di Kota Münster, Jerman, terdapat sebuah peninggalan bersejarah yang hingga kini masih menyimpan kisah kelam dari masa Eropa abad pertengahan. Di sisi luar menara Gereja Santo Lambertus (St. Lambert's Church), tiga sangkar besi tua masih menggantung sebagai pengingat tragedi berdarah yang terjadi hampir lima abad silam.


Sangkar-sangkar tersebut bukan sekadar ornamen arsitektur. Ketiganya pernah digunakan untuk memajang jenazah tiga pemimpin gerakan Anabaptis, yakni John of Leiden, Bernhard Knipperdolling, dan Bernhard Krechting, setelah mereka dieksekusi pada 22 Januari 1536.


Peristiwa itu bermula ketika kelompok Anabaptis berhasil menguasai Kota Münster dan mendirikan pemerintahan berdasarkan keyakinan mereka. Namun, kekuasaan tersebut berakhir setelah pasukan Pangeran-Uskup Münster merebut kembali kota usai pengepungan yang berlangsung berbulan-bulan.

Ad Space


Ketiga pemimpin pemberontakan kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Menurut catatan sejarah, mereka mengalami penyiksaan di depan umum menggunakan penjepit besi yang dipanaskan hingga membara selama beberapa jam sebelum akhirnya ditusuk di bagian jantung sebagai eksekusi terakhir.


Usai dieksekusi, jenazah mereka dimasukkan ke dalam tiga sangkar besi yang kemudian digantung di puncak menara Gereja Santo Lambertus. Tindakan tersebut dimaksudkan sebagai peringatan keras bagi siapa pun yang berniat memberontak terhadap penguasa maupun otoritas gereja.


Ad Space

Selama bertahun-tahun, jasad ketiga tokoh tersebut dibiarkan membusuk di dalam sangkar hingga akhirnya hanya menyisakan tulang-belulang. Sekitar 50 tahun kemudian, sisa-sisa kerangka mereka diturunkan, tetapi sangkar besi itu tetap dibiarkan menggantung di lokasi semula.


Hingga kini, tiga sangkar besi tersebut masih menjadi salah satu ikon sejarah Kota Münster. Benda itu menjadi pengingat akan konflik politik dan keagamaan yang pernah mengguncang Eropa pada abad ke-16 serta menjadi simbol kelam dari praktik hukuman publik pada masa itu.

Bagikan: