JAKARTA — Berkomunikasi dengan hewan peliharaan kini tidak lagi dianggap sekadar rutinitas atau hiburan semata. Sebuah riset ilmiah terbaru mengungkapkan bahwa pola dan cara seseorang ngobrol dengan hewan peliharaan dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara fisik maupun mental.
Penelitian tersebut mengamati interaksi antara pemilik dengan hewan kesayangan seperti kucing dan anjing dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil studi menunjukkan bahwa gaya bicara dengan nada lembut dan intonasi penuh kasih sayang dapat memicu pelepasan hormon oksitosin pada otak manusia.

Hormon oksitosin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan ini berperan penting dalam meredakan tingkat stres, menurunkan tekanan darah, serta memperlambat detak jantung.
Sebaliknya, komunikasi yang dilakukan dengan nada tinggi atau emosional justru dapat memberikan dampak negatif pada tingkat kecemasan baik bagi pemilik maupun hewan itu sendiri.

Merespons hewan peliharaan seolah-olah sedang berbicara dengan sesama manusia terbukti menciptakan ikatan emosional mendalam yang berdampak positif pada kesehatan jiwa.
Interaksi positif ini juga membantu mengurangi rasa kesepian dan memberikan efek relaksasi yang efektif setelah seharian beraktivitas berat.
Para ahli menyarankan para pemilik hewan untuk menyempatkan waktu rutin mengajak peliharaan mereka berinteraksi secara tenang dan penuh perhatian.

Gaya komunikasi yang hangat tidak hanya membuat hewan peliharaan merasa aman, tetapi juga menjadi sarana terapi emosional yang alami bagi sang pemilik.
Temuan riset ini makin mempertegas betapa pentingnya peran hewan peliharaan dalam mendukung kualitas hidup dan kebahagiaan mental manusia.
