Administrator, Helmi
Tim Redaksi

Lombok Tengah — Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu malam. Kobaran api menghanguskan sejumlah bagian kawasan permukiman adat yang dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan dan budaya masyarakat Sasak.


Petugas gabungan berjibaku memadamkan api sepanjang malam. Setelah melalui proses pemadaman yang cukup panjang, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada Minggu (23/8) sekitar pukul 05.00 WITA.


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran meninggalkan kerusakan besar di kawasan Kampung Adat Sade dan menimbulkan keprihatinan terhadap perlindungan kawasan adat yang memiliki nilai budaya dan sejarah penting bagi masyarakat Sasak.

Ad Space


Pasca-kebakaran, pemerintah daerah mendorong penguatan sistem mitigasi bencana, khususnya di kawasan kampung adat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat karakteristik bangunan dan lingkungan kampung adat memiliki tingkat kerentanan tertentu terhadap ancaman kebakaran.


Kepala Dinas Kebudayaan NTB menegaskan perlunya ketersediaan infrastruktur pendukung untuk mengantisipasi kejadian serupa. “Kampung adat memiliki kerentanan terhadap api, maka kampung adat harus memiliki jalur-jalur pipa untuk air,” ujarnya.


Ad Space

Selain penyediaan jalur air, sistem peringatan dini juga dinilai perlu diperkuat agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat respons petugas sekaligus meminimalkan kerusakan apabila kebakaran kembali terjadi.


Kebakaran di Kampung Adat Sade menjadi pengingat bahwa pelestarian kawasan budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi dan bangunan adat, tetapi juga membutuhkan sistem keselamatan dan mitigasi bencana yang memadai. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan agar kawasan adat tetap terlindungi dari ancaman kebakaran di masa mendatang.

Bagikan: