LAMPUNG — Kemunculan kawanan hiu di perairan dekat pesisir Lampung menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Fenomena tersebut terjadi ketika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tengah meningkat.
Dalam sejumlah rekaman yang beredar, beberapa ekor hiu terlihat berenang cukup dekat dengan kawasan pesisir. Kemunculan satwa laut tersebut sontak memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terlebih Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Aktivitas vulkanik Anak Krakatau memang mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Badan Geologi mencatat rangkaian erupsi, termasuk episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam sejak 4 hingga 6 September 2026. Setelah itu, aktivitas gunung api masih berlanjut dalam bentuk erupsi strombolian.

Namun, hingga kini belum terdapat bukti ilmiah maupun keterangan resmi yang menyatakan kemunculan kawanan hiu tersebut berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kemunculan hiu di wilayah pesisir dapat dipengaruhi berbagai faktor lingkungan dan kondisi ekosistem laut. Karena itu, fenomena tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai tanda alam yang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik atau potensi bencana tertentu.

Di sisi lain, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi masih melarang masyarakat, wisatawan maupun pengunjung melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Fenomena kawanan hiu yang viral tersebut pun kini menjadi perhatian publik. Meski waktunya berdekatan dengan meningkatnya aktivitas Anak Krakatau, hubungan antara kedua fenomena itu masih membutuhkan kajian ilmiah lebih lanjut.
Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai spekulasi yang beredar di media sosial dan tetap mengacu pada informasi dari lembaga berwenang.
