Helmi, Administrator
Tim Redaksi

Jakarta Pusat – Sebuah video yang memperlihatkan keributan di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 Juli 2026, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Insiden tersebut diduga bermula saat seorang petugas keamanan menegur pengemudi mobil yang disebut melintas ketika lampu penyeberangan sedang memberikan prioritas kepada pejalan kaki.


Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian berlangsung ketika lampu lalu lintas menunjukkan lampu hijau untuk pejalan kaki. Sejumlah warga sedang menyeberangi jalan di kawasan Bundaran HI dengan dibantu seorang petugas keamanan yang mengatur arus penyeberangan agar berlangsung aman dan tertib.


Di tengah ramainya pejalan kaki, sebuah mobil Toyota Alphard berwarna hitam bernomor polisi D 1828 XHQ diduga tetap melaju melewati jalur penyeberangan. Melihat situasi tersebut, petugas keamanan langsung memberikan teguran dengan cara menepuk bodi mobil sebagai isyarat agar kendaraan berhenti dan memberikan hak jalan kepada para pejalan kaki.

Ad Space


Teguran tersebut diduga memicu perselisihan. Pengemudi maupun penumpang mobil kemudian turun dan terlibat adu argumen dengan petugas keamanan di lokasi kejadian. Suasana sempat memanas dan menjadi perhatian warga yang berada di sekitar Bundaran HI.


Dalam video yang beredar luas di media sosial, petugas keamanan kemudian terlihat dibawa oleh beberapa pria berpakaian batik menuju pos keamanan di sekitar lokasi. Rekaman tersebut memunculkan beragam pertanyaan dari warganet mengenai kondisi petugas setelah insiden tersebut terjadi.


Ad Space

Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa keributan berawal ketika petugas keamanan menegur mobil yang diduga menerobos jalur penyeberangan saat pejalan kaki mendapat giliran melintas. Warganet pun meminta agar identitas pihak-pihak yang terlibat dapat diungkap serta memastikan kondisi petugas keamanan dalam keadaan baik.


Hingga Kamis, 23 Juli 2026, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, Transjakarta, maupun instansi terkait mengenai kronologi lengkap, identitas para pihak yang terlibat, serta tindak lanjut atas insiden tersebut. Publik masih menantikan penjelasan resmi agar fakta kejadian dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Bagikan: