BANDUNG – Fiktor Harefa, petugas keamanan yang sempat menjadi perhatian publik usai mengalami dugaan intimidasi oleh tiga oknum anggota Polda Jawa Barat di kawasan Bundaran HI, Jakarta, dikabarkan akan memulai lembaran baru di Kota Bandung.
Rencana kepindahan tersebut mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026), Fiktor mengungkapkan keinginannya untuk kembali bekerja di kampung halamannya setelah insiden yang dialaminya beberapa waktu lalu.
Dedi Mulyadi menjelaskan, Fiktor merupakan warga Bandung yang tinggal di kawasan Pasteur dan akan difasilitasi untuk bertugas sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate. Penempatan itu dilakukan seiring dengan penataan area halaman kompleks Gedung Sate yang tengah berlangsung.

"Insya Allah nanti dari Jakarta pindah menjadi security di Bandung, bertugas di sekitar Gedung Sate," ujar Dedi Mulyadi.
Di sisi lain, proses penegakan disiplin terhadap tiga oknum anggota Polda Jawa Barat yang diduga terlibat dalam insiden tersebut tetap berjalan. Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jabar menegaskan bahwa meski kedua pihak telah berdamai, ketiga anggota tersebut tetap akan menjalani sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri sesuai aturan yang berlaku.

Rencana kepindahan Fiktor ke Bandung pun dinilai sebagai awal baru untuk melanjutkan profesinya dalam lingkungan kerja yang lebih kondusif. Sementara itu, publik masih menantikan hasil proses etik terhadap para anggota kepolisian yang terlibat sebagai bentuk akuntabilitas institusi.

