JAKARTA – Peringatan Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day) yang jatuh setiap 29 Juli menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi harimau. Bagi Indonesia, peringatan ini juga menjadi pengingat atas hilangnya salah satu satwa endemik kebanggaan, yakni harimau jawa (Panthera tigris sondaica), yang telah dinyatakan punah.
Harimau jawa pernah menjadi predator puncak yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Pulau Jawa. Keberadaannya membantu mengendalikan populasi satwa mangsa sehingga rantai makanan di habitat alaminya tetap terjaga.
Namun, seiring berjalannya waktu, populasi harimau jawa terus menurun akibat berbagai faktor. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan, perusakan habitat, perburuan liar, serta tingginya konflik antara manusia dan satwa liar menjadi penyebab utama menyusutnya populasi spesies tersebut.

Selain itu, praktik perburuan yang pernah marak terjadi pada masa lalu semakin mempercepat kepunahan harimau jawa. Habitat yang semakin terfragmentasi membuat satwa ini kesulitan berkembang biak dan mempertahankan populasinya di alam liar.
Penampakan terakhir harimau jawa yang telah terkonfirmasi secara ilmiah tercatat di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, pada 1976. Sejak saat itu, tidak ada lagi bukti kuat yang menunjukkan keberadaan spesies tersebut, hingga akhirnya harimau jawa dinyatakan punah.

Peringatan Hari Harimau Sedunia menjadi pengingat bahwa hilangnya harimau jawa merupakan pelajaran penting bagi upaya pelestarian satwa liar di Indonesia. Berbagai pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada spesies harimau yang masih bertahan, termasuk harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), yang saat ini berstatus kritis dan menghadapi ancaman serius akibat hilangnya habitat serta perburuan ilegal.
Melalui momentum ini, pemerintah, pegiat konservasi, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat upaya perlindungan habitat, pemberantasan perdagangan satwa liar, serta meningkatkan kesadaran publik agar keberadaan harimau yang tersisa di Indonesia dapat terus lestari untuk generasi mendatang.
