Didik, Administrator
Tim Redaksi

PALEMBANG, Kanal9.id - Rumah Sakit (RS) Pusri Palembang resmi menghentikan kerja sama dengan dokter Tamara Dewi Jasmine setelah komentarnya di media sosial yang dinilai tidak berempati terhadap seorang pasien BPJS menuai kritik luas dari publik.

Keputusan tersebut diumumkan manajemen RS Pusri setelah melakukan proses pembinaan dan pemanggilan terhadap dokter yang bersangkutan. Dalam keterangannya, pihak rumah sakit menyatakan kerja sama dengan Tamara sebagai dokter mitra telah resmi diakhiri.

Humas RS Pusri, Diah Dwi Anugrah, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menegakkan profesionalisme dan etika pelayanan kesehatan.

"Manajemen telah melakukan pemanggilan kepada dokter yang bersangkutan. Setelah melalui proses tersebut, diputuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan dr. Tamara Dewi Jasmine sebagai dokter mitra RS Pusri," ujar Diah, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di RS Pusri wajib menjunjung tinggi etika profesi serta mematuhi aturan yang berlaku. Karena itu, rumah sakit menilai langkah tegas perlu diambil demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Ad Space

RS Pusri juga memastikan polemik yang terjadi tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien. Rumah sakit menegaskan seluruh masyarakat tetap berhak memperoleh layanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu, dan adil tanpa membedakan status maupun latar belakang.

"Prinsip pelayanan yang setara menjadi nilai yang selalu kami pegang dalam setiap layanan kepada masyarakat," kata Diah.

Sebelumnya, nama dokter Tamara menjadi sorotan setelah memberikan komentar "banyakin duit halal" pada unggahan pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads. Unggahan tersebut berisi keluhan karena pasien mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit.

Komentar itu memicu gelombang kritik dari warganet yang menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan empati seorang tenaga medis terhadap pasien.

Menanggapi polemik tersebut, Tamara telah menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video yang diunggah pada Kamis (6/8/2026). Dalam pernyataannya, ia mengaku menyesali ucapannya dan meminta maaf kepada masyarakat.

Ad Space

Tamara mengatakan unggahan tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi tempatnya bekerja. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, rekan sejawat, serta institusi yang ikut terdampak akibat kontroversi tersebut.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi, terutama di media sosial.

Bagikan: