TOKYO — Persaingan pasar kendaraan listrik mungil alias kei car di Jepang semakin memanas. Suzuki secara resmi memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Suzuki e Sky, yang disiapkan sebagai kei car listrik kategori penumpang pertama milik pabrikan berlogo "S" tersebut.
Langkah strategis ini diambil Suzuki guna membendung invasi pabrikan asal Tiongkok, BYD, yang belum lama ini sukses menggebrak pasar domestik Jepang lewat model Racco. Kehadiran e Sky menjadi amunisi krusial bagi Suzuki dalam mempertahankan dominasinya di segmen mobil kompak perkotaan.
Secara hierarki produk elektrifikasi, Suzuki e Sky merupakan lini mobil listrik produksi ketiga dari Suzuki. Kehadirannya menyusul kesuksesan SUV ringkas e Vitara dan kendaraan niaga ringan e Every yang lebih dulu diperkenalkan ke publik.

Desain eksterior Suzuki e Sky mengusung evolusi langsung dari model konsepnya, Vision e-Sky. Secara dimensi, kendaraan kompak ini tetap mengacu pada regulasi ketat kei car Jepang dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 2.460 mm.
Masuk ke dalam area interior, Suzuki e Sky menyajikan suasana kabin yang fungsional dan praktis. Pendekatan desain dibuat lebih sederhana guna menjaga agar harga jual kendaraan tetap berada di tingkatan yang kompetitif bagi konsumen perkotaan.

Di area dasbor, pengemudi disuguhkan layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital. Meski mengusung konsep modern, Suzuki tetap mempertahankan tuas transmisi konvensional serta tombol fisik untuk sistem pendingin udara demi kemudahan operasional.
Sektor dapur pacu Suzuki e Sky dirancang menggunakan platform Heartect e yang dikombinasikan dengan teknologi e-Axle. Sistem terpadu ini menyatukan motor listrik, inverter, dan transmisi dalam satu unit yang ringkas guna memaksimalkan ruang serta efisiensi.
Sebagai sumber tenaga, mobil listrik mungil berbobot 1.030 kg ini dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Walau kapasitas baterainya terbilang ringkas, Suzuki mengklaim e Sky mampu mencatatkan jarak tempuh maksimal hingga 310 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Tingkat efisiensi tinggi tersebut sanggup menempel ketat BYD Racco yang membutuhkan baterai berkapasitas lebih besar (35,84 kWh) untuk mencapai jarak tempuh 320 km. Selain itu, e Sky didukung oleh fitur Vehicle-to-Home (V2H) yang memungkinkan baterai mobil dijadikan sebagai pasokan listrik darurat untuk rumah tangga.
Proses pengisian ulang baterainya pun terbilang cepat, di mana pengisian daya DC fast charging 50 kW sanggup mengisi daya baterai dari kondisi kosong hingga 80 persen hanya dalam kurun waktu sekitar 25 menit. Rencananya, Suzuki e Sky akan resmi dipasarkan di Jepang mulai musim gugur 2026, sebelum diekspor ke pasar Eropa dan Inggris pada 2027.




