Didik, Administrator
Tim Redaksi

BANTEN, Kanal9.id — Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan di sekitar Anak Krakatau terus dilakukan secara terpadu. Kantor SAR Banten menyiagakan sejumlah alat utama (alut) serta personel gabungan untuk mendukung proses pencarian di lapangan.

Berdasarkan data posko operasi pencarian Kantor SAR Banten, sedikitnya lima unit sarana utama telah disiapkan dan seluruhnya dalam kondisi ready to go atau siap dikerahkan sewaktu-waktu.

Armada tersebut terdiri dari kapal KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten milik Basarnas Banten. Selain itu, Basarnas Lampung mengerahkan RIB Lampung, sementara KAL Anyer disiapkan oleh Lanal Banten. Dukungan dari unsur darat turut diberikan melalui satu unit ambulans milik FBN Banten.

Seluruh sarana tersebut ditempatkan dalam skema operasi terpadu untuk memperkuat pencarian, evakuasi, sekaligus mendukung kebutuhan personel selama berada di lokasi.

Tak hanya mengandalkan armada, operasi SAR juga melibatkan kekuatan personel dari berbagai unsur. Sedikitnya 16 instansi dan elemen masyarakat ikut ambil bagian dalam pencarian.

Ad Space

Unsur yang terlibat antara lain USS Pandeglang sebanyak enam orang, Kantor SAR Banten enam orang, serta delapan personel dari KN SAR Tetuka. Dukungan juga datang dari Polsek Carita lima orang, Ditpolairud Polda Banten lima orang, Lanal dan Posal Sumur/Labuan dua orang, serta Ditpolairud Mabes Sanjaya dua orang.

Selain aparat dan petugas SAR, Babinsa Carita, Satpol PP, Kepala Desa Sukajadi, Potsar Banten, Kecamatan Carita, media lokal, hingga nelayan dan masyarakat sekitar turut mendukung operasi.

Kekuatan terbesar berasal dari unsur Balawista yang mencapai 50 personel, yang turut memperkuat pencarian di wilayah perairan dan pesisir.

Dengan pengerahan armada serta personel lintas instansi tersebut, operasi pencarian terus dilakukan secara terkoordinasi guna menemukan keberadaan lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian.

Bagikan: