Helmi, Administrator
Tim Redaksi

SEMARANG - Dugaan keracunan massal menimpa ratusan siswa SMKN 6 Semarang setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Jumat (31/7/2026), pihak sekolah mencatat sekitar 690 siswa melaporkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari pusing, mual, muntah, hingga diare.


Keluhan mulai dirasakan sebagian siswa sejak Kamis (30/7/2026) malam, beberapa jam setelah menyantap menu MBG. Hingga keesokan harinya, masih ada siswa yang mengalami gejala sehingga pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera untuk memberikan penanganan medis.

BACA JUGA : Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Sekolah: Sekitar 690 Siswa Alami Keluhan Mual


Ad Space

Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, mengatakan sebagian besar siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan di lingkungan sekolah. Sementara itu, empat siswa dirujuk ke rumah sakit karena orang tua mereka menginginkan pemeriksaan lebih lanjut.


"Indikasi keracunan atau mual dan pusing sudah ditangani di sekolah bersama Puskesmas Halmahera. Ada sekitar empat siswa yang dirujuk ke rumah sakit atas permintaan orang tua," ujar Berti.


Dalam penanganan tersebut, ambulans dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Ad Space


Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, menu ayam rendang yang disajikan pada hari sebelumnya menjadi sorotan. Sejumlah siswa mengaku mendapati kondisi ayam yang diduga belum matang sempurna.


Salah seorang siswi bernama Helena mengaku ayam rendang yang diterimanya masih tampak kemerahan di bagian dalam. Ia juga menyebut temannya menemukan ulat pada sayur daun singkong yang menjadi menu pendamping.


Ad Space

"Di dalam daging ayamnya seperti belum matang, masih ada merahnya. Terus teman kami juga menemukan ulat di daun singkong," ungkapnya.


Pengakuan serupa disampaikan siswi kelas XI Busana, Aura, yang mengaku mulai merasakan mual sejak malam hari setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.


Menurutnya, ayam rendang yang disajikan terlihat masih kurang matang sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa.

Ad Space


Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam menyatakan distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG ke sekolah tersebut dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian.


Penghentian distribusi dilakukan hingga seluruh proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai.


Ad Space

Tim Dinas Kesehatan juga telah melakukan pengambilan sampel makanan yang disajikan kepada siswa, serta mengambil spesimen dari para korban untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.


Hakam menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah gejala yang dialami para siswa benar-benar disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi.


"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung," tegasnya.

Ad Space


Saat ini, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan telah membaik setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, Dinas Kesehatan bersama instansi terkait masih terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab dugaan keracunan massal tersebut sekaligus mengevaluasi standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Semarang.

Bagikan: