Helmi, Administrator
Tim Redaksi

BOGOR - Musim kemarau yang melanda wilayah Bogor menyebabkan debit air di Bendung Katulampa menyusut drastis. Kondisi tersebut membuat aliran Sungai Ciliwung yang biasanya dipenuhi air kini berubah menjadi hamparan batu dan daratan akibat surutnya permukaan air.


Warga di sekitar kawasan Bendung Katulampa mengaku kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan. Selain mengubah wajah sungai, berkurangnya debit air juga mulai berdampak pada ketersediaan air di lingkungan permukiman.


Sejumlah sumur milik warga dilaporkan mengalami penurunan debit, bahkan ada yang mulai mengering. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat khawatir apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Ad Space


Kekeringan yang terjadi tahun ini disebut-sebut menjadi salah satu yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Minimnya curah hujan menyebabkan pasokan air ke Sungai Ciliwung terus menurun sehingga memengaruhi kondisi Bendung Katulampa.


Bahkan, Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa sempat tercatat mencapai 0 sentimeter, yang menunjukkan hampir tidak ada aliran air yang melintasi bendung tersebut. Kondisi ini menjadi indikator ekstremnya penurunan debit air di hulu Sungai Ciliwung.


Ad Space

Bendung Katulampa selama ini menjadi salah satu titik penting dalam pemantauan kondisi aliran Sungai Ciliwung menuju Jakarta. Selain berfungsi sebagai pengendali aliran air, bendung tersebut juga menjadi acuan dalam memantau potensi banjir maupun kondisi kekeringan di wilayah hulu.


Masyarakat berharap turun hujan dalam waktu dekat agar debit air kembali meningkat dan pasokan air bagi kebutuhan sehari-hari dapat kembali normal. Sementara itu, warga diminta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung guna mengantisipasi semakin berkurangnya cadangan air bersih.

Bagikan: