Didik, Administrator
Tim Redaksi

JAKARTA, Kanal9.id – Nama Suahasil Nazara kembali menjadi perhatian publik setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Menteri Keuangan. Suahasil dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (14/9), untuk melanjutkan sisa masa pemerintahan periode 2024-2029.

Penunjukan tersebut bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan. Sebelum menduduki kursi Menteri Keuangan, Suahasil telah lama berkecimpung dalam pengelolaan kebijakan ekonomi dan fiskal nasional.

Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pengalamannya di Kementerian Keuangan juga mencakup posisi Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), salah satu lembaga penting dalam penyusunan dan analisis kebijakan fiskal pemerintah.

Lantas, seperti apa perjalanan karier Suahasil Nazara hingga akhirnya dipercaya menjadi Menteri Keuangan?

Latar Belakang Akademik Suahasil Nazara

Ad Space

Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Kariernya tidak langsung dimulai dari pemerintahan. Ia lebih dahulu membangun reputasi di dunia akademik dan ekonomi. Suahasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1994.

Pendidikan kemudian dilanjutkan ke Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) dari Cornell University pada 1997. Selanjutnya, Suahasil menempuh pendidikan doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign. Ia meraih gelar Ph.D. bidang ekonomi pada 2003.

Bekal pendidikan tersebut memperkuat kiprahnya sebagai ekonom dan akademisi, terutama dalam bidang kebijakan publik dan ekonomi.

Berkarier sebagai Dosen hingga Guru Besar UI

Sebelum masuk ke pemerintahan, Suahasil cukup lama berkarier di lingkungan Universitas Indonesia. Ia tercatat mulai menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI sejak 1999. Selama berada di FEB UI, sejumlah posisi strategis pernah dipercayakan kepadanya.

Ad Space

Suahasil antara lain pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005-2008, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.

Karier akademiknya semakin lengkap ketika pada 2009 ia memperoleh gelar Guru Besar atau profesor di bidang Ilmu Ekonomi.

Mulai Terlibat dalam Kebijakan Pemerintah

Meski dikenal sebagai akademisi, Suahasil sebenarnya sudah cukup lama bersentuhan dengan proses perumusan kebijakan pemerintah. Pada 2009-2011, ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal. Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada periode 2009-2015.

Di bidang penanggulangan kemiskinan, Suahasil pernah menjadi Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2010-2015.

Ad Space

Selain itu, ia tercatat sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013-2014. Rangkaian pengalaman tersebut membuat kiprah Suahasil tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik, tetapi juga bersentuhan langsung dengan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional.

Dipercaya Memimpin Badan Kebijakan Fiskal

Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin kuat ketika ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 6 Februari 2015. Setahun kemudian, tepatnya 31 Oktober 2016, ia dilantik sebagai Kepala BKF secara definitif.

Posisi tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan kariernya karena BKF memiliki peran strategis dalam menyiapkan analisis serta merumuskan berbagai kebijakan fiskal pemerintah. Pengalamannya sebagai akademisi dan ekonom menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas tersebut.

Naik Menjadi Wakil Menteri Keuangan

Ad Space

Perjalanan karier Suahasil kembali meningkat pada 2019. Pada 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Wakil Menteri Keuangan. Dalam posisi tersebut, Suahasil mendampingi Menteri Keuangan dalam berbagai pembahasan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.

Tugasnya bersinggungan dengan sejumlah isu penting, mulai dari penerimaan negara, belanja pemerintah, pembiayaan, pengelolaan APBN hingga risiko fiskal.

Tetap Dipercaya di Era Pemerintahan Prabowo

Pergantian pemerintahan tidak membuat peran Suahasil di bidang fiskal berakhir. Ia kembali dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih dan dilantik pada 21 Oktober 2024. Hingga Agustus 2026, Suahasil masih aktif menjalankan tugas sebagai Wamenkeu serta terlibat dalam pembahasan berbagai arah kebijakan fiskal pemerintah.

Dalam salah satu pernyataannya pada Agustus 2026, Suahasil menyampaikan optimisme pemerintah terhadap target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027.

Ad Space

Ia juga pernah menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui kebijakan fiskal yang adaptif.

Kini Duduk di Kursi Menteri Keuangan

Setelah perjalanan panjang sebagai akademisi, ekonom, Kepala BKF dan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara kini mendapat kepercayaan untuk menduduki kursi Menteri Keuangan.

Jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar karena Kementerian Keuangan memiliki peran sentral dalam pengelolaan keuangan negara.

Mulai dari penyusunan dan pelaksanaan APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah, pembiayaan, pengelolaan utang hingga menjaga kesehatan dan stabilitas fiskal menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi.

Ad Space

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai target pembangunan nasional, pengalaman panjang Suahasil di bidang fiskal menjadi modal penting.

Kini, ia tidak lagi hanya berada di balik meja perumusan kebijakan. Sebagai Menteri Keuangan, keputusan yang diambilnya akan berpengaruh langsung terhadap arah pengelolaan keuangan negara dan perekonomian Indonesia.

Dengan rekam jejak tersebut, Suahasil Nazara bukanlah wajah baru dalam pengelolaan fiskal Indonesia. Ia justru memasuki posisi Menteri Keuangan setelah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai aspek kebijakan ekonomi dan keuangan negara.

Kini, publik akan menantikan bagaimana pengalaman panjang tersebut diterjemahkan Suahasil dalam mengelola APBN dan menghadapi tantangan ekonomi Indonesia ke depan.

Bagikan: