GRESIK — Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Laut Jawa. Tugboat TB MT20 1301 milik PT Dharmalancar Sejahtera tenggelam saat berlayar di sekitar 15 mil laut dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Minggu (13/9/2026) sore.
Tugboat tersebut tengah menarik tongkang M80 1301 dalam perjalanan dari Rembang menuju Kintap, Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kapal diduga mengalami kecelakaan setelah dihantam gelombang tinggi di tengah kondisi cuaca buruk.
Meski tugboat akhirnya tenggelam, delapan anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri. Mereka kemudian bertahan di atas tongkang yang masih berada di permukaan laut.

Situasi belum sepenuhnya aman. Hingga Senin (14/9), tongkang dilaporkan masih hanyut setelah jangkarnya putus. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit karena posisi tongkang terus berubah mengikuti arus dan gelombang.
Kasatpolairud Polres Gresik AKP Nyoman Ardita mengatakan, para ABK sempat ditemukan oleh kapal yang melintas. Mereka kemudian mendapatkan bantuan berupa makanan.

Namun, kapal yang menemukan para ABK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menarik tongkang maupun mengevakuasi seluruh ABK dari lokasi kejadian.
Operasi pencarian dan penanganan kemudian melibatkan tim gabungan dari Satpolairud Polres Gresik, KUPP Bawean, Kamladu, Basarnas, serta nelayan setempat.
Untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Permadi SAR 249 ke lokasi.

Sementara itu, kondisi laut di sekitar Bawean turut menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan BMKG, tinggi gelombang di perairan Bawean mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
Kondisi gelombang tersebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses evakuasi, terlebih tongkang yang membawa delapan ABK masih dalam kondisi hanyut.

Petugas gabungan kini terus berupaya memastikan keselamatan seluruh ABK sekaligus menangani tongkang agar tidak semakin terbawa arus ke wilayah yang membahayakan.
