Pasar valuta asing (foreign exchange/forex) sendiri merupakan pasar keuangan terbesar di dunia dengan nilai transaksi harian yang mencapai lebih dari US$6,6 triliun. Di balik aktivitas perdagangan mata uang modern, tersimpan sejarah panjang sistem moneter yang telah melewati berbagai perubahan pemerintahan, perang, hingga krisis ekonomi.
Salah satu yang paling menonjol adalah Pound Sterling milik Inggris yang hingga kini tercatat sebagai mata uang tertua yang masih digunakan di dunia.
Pound Sterling Bertahan Lebih dari 1.250 Tahun
Sejarah Pound Sterling dapat ditelusuri hingga sekitar tahun 775 Masehi, pada masa pemerintahan Anglo-Saxon ketika Inggris mulai mencetak koin perak atau silver pennies sebagai alat transaksi.
Artinya, mata uang tersebut telah bertahan selama sekitar 1.251 tahun.
Pada abad ke-12, Raja Henry II kemudian menetapkan Pound Sterling sebagai mata uang resmi Kerajaan Inggris. Kala itu, nilai satu pound setara dengan satu pon perak murni dan menjadi dasar sistem moneter Inggris selama berabad-abad.
Meski telah mengalami berbagai perubahan bentuk, mulai dari koin hingga uang kertas modern, identitas Pound Sterling tetap dipertahankan hingga sekarang.
Serbia dan Rusia Menyusul
Di posisi berikutnya terdapat Dinar Serbia yang pertama kali diperkenalkan pada 1214 dan masih digunakan sebagai mata uang resmi negara tersebut.
Sementara Rubel Rusia telah dikenal sejak abad ke-13 dan tetap menjadi alat pembayaran resmi Rusia hingga saat ini, meski telah melewati berbagai perubahan politik, mulai dari Kekaisaran Rusia, Uni Soviet, hingga Federasi Rusia.
Dolar AS Jadi Mata Uang Global
Meski bukan yang tertua, Dolar Amerika Serikat menjadi salah satu mata uang paling berpengaruh di dunia.
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengadopsi dolar sebagai mata uang nasional pada 1785.
Seiring perkembangan ekonomi Negeri Paman Sam, dolar kemudian menjelma menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional, investasi global, transaksi komoditas, hingga cadangan devisa berbagai bank sentral di dunia.
Mata Uang Berusia Ratusan Tahun Masih Digunakan
Selain tiga mata uang tersebut, sejumlah negara juga masih mempertahankan mata uang yang telah digunakan selama ratusan tahun.
Franc Swiss dan Dolar Kanada sama-sama telah digunakan sejak abad ke-19, sedangkan Yen Jepang mulai diberlakukan pada 1871 sebagai bagian dari reformasi ekonomi pada era Restorasi Meiji.
Keberadaan mata uang-mata uang tersebut menunjukkan bahwa sistem moneter suatu negara dapat bertahan melewati berbagai perubahan zaman tanpa harus kehilangan identitasnya.
10 Mata Uang Tertua yang Masih Digunakan Peringkat Mata Uang Negara Mulai Digunakan
- Pound Sterling Inggris 775 M
- Dinar Serbia Serbia 1214
- Rubel Rusia Rusia Abad ke-13
- Dolar Amerika Serikat Amerika Serikat 1785
- Gourde Haiti 1813
- Franc Swiss Swiss 1850
- Dolar Kanada Kanada 1858
- Rand Afrika Selatan 1961
- Riyal Arab Saudi Arab Saudi 1925
- Yen Jepang Jepang 1871
Meski memiliki sejarah panjang, usia sebuah mata uang tidak selalu mencerminkan kekuatan ekonominya saat ini.
Nilai tukar suatu mata uang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat inflasi, kebijakan bank sentral, kondisi fiskal pemerintah, stabilitas politik, hingga kinerja perdagangan internasional.
Namun demikian, kemampuan sebuah mata uang untuk tetap bertahan selama ratusan bahkan lebih dari seribu tahun menjadi bukti kuat bahwa sistem moneter negara tersebut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan tetap dipercaya sebagai alat transaksi resmi hingga kini.

