SURABAYA – Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai daerah di Jawa Timur dijadwalkan menggelar aksi damai di Kota Surabaya pada Jumat (31/7/2026). Aksi tersebut akan dipusatkan di dua lokasi, yakni di kawasan Jalan Teuku Umar dan di depan Markas Polrestabes Surabaya.
Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang. Massa disebut akan menyampaikan aspirasi terkait penanganan kasus bentrokan yang terjadi di area parkir Ambyar Super Club pada Minggu (26/7/2026).
Insiden tersebut melibatkan sejumlah anggota PSHT dengan oknum debt collector BCA Finance. Bentrokan mengakibatkan dua anggota PSHT dan satu debt collector mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Dalam aksi yang direncanakan berlangsung secara damai itu, peserta dijadwalkan menyampaikan tuntutan agar proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepolisian menyatakan telah menerima surat pemberitahuan terkait rencana penyampaian pendapat di muka umum tersebut. Aparat juga telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan guna memastikan aksi berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain melakukan pengamanan, polisi menyebut pendekatan persuasif dan mediasi akan menjadi prioritas dalam mengawal jalannya aksi. Aparat mengimbau seluruh peserta untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan mematuhi ketentuan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.
Menjelang pelaksanaan aksi, kepolisian juga melakukan penggeledahan di sebuah rumah yang berada di kawasan Jalan Teuku Umar, Surabaya. Lokasi tersebut disebut sebagai basecamp kelompok M1R.
Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berpotensi digunakan sebagai senjata. Barang-barang yang disita antara lain parang, golok, linggis, stik golf, pipa besi, serta sejumlah benda lain yang kini diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Kepolisian belum menyampaikan keterkaitan langsung antara barang-barang yang diamankan dengan bentrokan yang terjadi pada akhir pekan lalu. Seluruh temuan tersebut masih akan didalami melalui proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu eskalasi situasi keamanan. Aparat berharap penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara tertib tanpa diwarnai tindakan anarkis maupun bentrokan.

Di sisi lain, aparat memastikan akan terus mengawal proses penanganan perkara sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Kepolisian menegaskan setiap pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana akan diproses berdasarkan alat bukti dan hasil penyidikan.
Dengan pengamanan yang telah disiapkan, diharapkan aksi damai ribuan anggota PSHT dapat berlangsung kondusif sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Surabaya tetap terjaga.

