Helmi, Administrator
Tim Redaksi

JAKARTA – Dugaan penculikan terhadap atlet golf Jesslyn Wijaya (32) akhirnya menemui titik terang. Kepolisian memastikan peristiwa yang sempat menghebohkan publik itu tidak mengandung unsur tindak pidana penculikan, melainkan dipicu persoalan internal keluarga yang berkaitan dengan hubungan asmara korban.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan Jesslyn saat ini berada di luar negeri atas keinginannya sendiri. Kepastian tersebut diperoleh dari keterangan langsung yang disampaikan Jesslyn kepada penyidik.


"Benar bukan kasus penculikan. Saat ini yang bersangkutan sedang berada di luar negeri atas kemauannya sendiri. Dan itu disampaikan langsung oleh Jesslyn," kata Roby, Minggu (2/8/2026).

Ad Space


Dengan adanya keterangan tersebut, polisi memastikan penyelidikan dugaan penculikan akan dihentikan setelah dilakukan gelar perkara.


Dalam proses penyelidikan, polisi mengungkap bahwa lima pria yang sebelumnya diduga sebagai pelaku penculikan ternyata merupakan orang yang diminta oleh ibu kandung Jesslyn untuk menjemput putrinya.


Ad Space

Peristiwa itu bermula saat Jesslyn berada di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Setelah dijemput, ia tidak langsung dibawa ke luar negeri, melainkan terlebih dahulu menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri.


Penyidik juga berhasil melacak keberadaan Jesslyn di Bangkok, Thailand. Informasi tersebut diperkuat dengan video testimoni yang dikirimkan Jesslyn kepada penyidik sebagai bukti bahwa dirinya berada di luar negeri dalam kondisi baik dan bukan korban penculikan.


Menurut Roby, hasil pendalaman sementara mengarah pada konflik keluarga sebagai penyebab utama peristiwa tersebut. Polisi menduga keluarga tidak merestui hubungan Jesslyn dengan kekasihnya, Evan, yang disebut telah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat.

Ad Space


"Dugaan sementara karena ada masalah internal keluarga, ketidaksetujuan atas hubungan Jesslyn dengan pacarnya," ujar Roby.


Sementara itu, Evan mengungkapkan bahwa seluruh persiapan pernikahannya dengan Jesslyn sebenarnya hampir selesai. Menurutnya, hubungan mereka telah memasuki tahap akhir sebelum pernikahan dilangsungkan, meski ia memilih tidak mengungkapkan jadwal pelaksanaannya.


Ad Space

Evan juga mengaku persoalan antara Jesslyn dan ibu kandungnya telah berlangsung cukup lama. Ia menyebut selama tinggal bersama keluarganya, Jesslyn mengalami pembatasan aktivitas, termasuk tidak diperbolehkan keluar rumah sendirian serta kehilangan akses terhadap telepon genggam, laptop, dan iPad karena perangkat tersebut diambil oleh ibunya.


Akibat kondisi tersebut, kata Evan, Jesslyn kesulitan berkomunikasi dengan dirinya maupun teman-temannya. Ia juga mengklaim tekanan yang dialami calon istrinya berdampak pada kondisi psikologis hingga kehilangan pekerjaan.


Evan bahkan menyebut Jesslyn sempat mengalami depresi berat dan beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya karena merasa tidak sanggup menghadapi tekanan yang dialaminya. Kondisi itu disebut menjadi alasan Jesslyn memilih meninggalkan rumah keluarga dan hidup mandiri sejak Oktober 2025.

Ad Space


Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan sejauh ini, tidak ditemukan unsur pidana penculikan dalam kasus tersebut. Aparat memastikan proses hukum akan dihentikan setelah seluruh tahapan administrasi penyelidikan selesai dilaksanakan.

Bagikan: