Helmi, Administrator
Tim Redaksi

JAKARTA – Misteri kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan tak bernyawa di depan Klinik Kecantikan Mordent, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih terus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan.


Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak dua kali guna mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.


Selain memeriksa lokasi kejadian, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi. Polisi turut mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, serta lokasi awal korban ditemukan.

Ad Space


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa penyidik akan mendalami setiap informasi yang berkembang, termasuk berbagai narasi yang beredar di media sosial.


"Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apa pun, apalagi terkait hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar," ujar Budi Hermanto.


Ad Space

Korban Diduga Mengeluarkan Busa, Polisi Masih Verifikasi


Berdasarkan informasi yang beredar, Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa saat tergeletak di depan klinik. Namun, kepolisian menegaskan informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian korban.


Di sisi lain, beredar pula kabar bahwa Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Ad Space


Menanggapi hal tersebut, Budi Hermanto mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap identitas maupun keterkaitan korban dengan informasi yang beredar.


"Masih didalami," kata Budi Hermanto.


Ad Space

Polisi Sisir Rekaman CCTV


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan penyidik kini memfokuskan penyelidikan pada pengumpulan alat bukti di lokasi kejadian, termasuk menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Klinik Mordent.


Menurutnya, rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Ad Space


Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala lantaran lokasi kejadian sudah banyak dilalui warga sebelum polisi melakukan olah TKP sehingga sejumlah jejak diduga telah berubah.


"Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti, terutama CCTV di sekitar TKP," ujar Iskandarsyah.


Ad Space

Puslabfor Turun Tangan


Untuk memperkuat proses pembuktian, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga diterjunkan ke lokasi. Tim forensik melakukan pemeriksaan menyeluruh di area klinik selama sekitar satu jam.


Usai olah TKP, petugas membawa tiga bungkusan berisi barang bukti yang akan dianalisis di Laboratorium Forensik. Polisi belum mengungkap isi barang bukti tersebut karena masih menjadi bagian dari proses penyidikan.

Ad Space


Saksi Lihat Korban Telentang


Seorang saksi mata bernama Deni (45), yang bekerja sebagai juru parkir di sekitar lokasi, mengaku melihat korban sudah dalam posisi telentang di depan klinik.


Ad Space

Ia mengatakan tidak dapat memastikan kondisi korban secara detail karena melihat dari kejauhan, termasuk informasi mengenai busa yang disebut keluar dari hidung atau mulut korban.


Menurut Deni, beberapa orang kemudian menghampiri korban sebelum akhirnya dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.


Deni juga mengungkapkan bahwa Klinik Mordent diketahui sudah tidak beroperasi selama lebih dari satu tahun.

Ad Space


Polisi Buka Peluang Laporan Keluarga


Polda Metro Jaya juga mempersilakan pihak keluarga untuk membuat laporan apabila menemukan adanya kejanggalan terkait kematian Sutrimo.


Ad Space

Kepolisian memastikan seluruh informasi, baik yang berasal dari saksi, keluarga, hasil pemeriksaan medis, rekaman CCTV, maupun analisis Laboratorium Forensik akan menjadi bahan penyelidikan sebelum penyidik mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.


Hingga kini, polisi belum menetapkan adanya dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut. Penyebab kematian Sutrimo masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan ilmiah yang sedang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Bagikan: