Helmi, Administrator
Tim Redaksi

TANGERANG - Musim kemarau yang melanda wilayah Tangerang mulai berdampak pada kondisi Sungai Cisadane. Pada Rabu (29/7/2026), debit air sungai dilaporkan menyusut sekitar 12 persen dari elevasi normal akibat minimnya pasokan air dari wilayah hulu di Bogor serta rendahnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.


Surutnya debit air membuat sebagian dasar Sungai Cisadane yang biasanya terendam kini terlihat mengering. Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah warga untuk memancing ikan di area sungai yang lebih mudah dijangkau. Aktivitas warga di dasar sungai menjadi pemandangan yang menarik perhatian di tengah musim kemarau.


Di sisi lain, penurunan debit Sungai Cisadane juga membawa dampak yang lebih serius bagi masyarakat. Sejumlah permukiman mulai mengalami krisis air bersih, terutama di Kampung Koceak RW 02, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Ad Space


Warga setempat mengaku sumur-sumur yang selama ini menjadi sumber air utama mulai mengering sejak sekitar satu bulan terakhir. Akibatnya, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga memasak.


Karena keterbatasan pasokan air, sebagian warga terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Cisadane untuk mencuci pakaian. Sementara untuk kebutuhan air bersih, mereka mengandalkan bantuan distribusi air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang secara berkala mengirimkan mobil tangki ke wilayah terdampak.


Ad Space

Penurunan debit air Sungai Cisadane dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan air dari kawasan hulu di Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya intensitas hujan selama musim kemarau sehingga volume air yang mengalir ke wilayah Tangerang terus mengalami penurunan.


Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau perkembangan kondisi tersebut dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak. Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak serta menghemat pemakaian selama musim kemarau masih berlangsung.


Fenomena menyusutnya debit Sungai Cisadane menjadi pengingat bahwa musim kemarau tidak hanya mengubah kondisi lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Apabila curah hujan belum kembali normal dalam waktu dekat, potensi meluasnya krisis air bersih di sejumlah wilayah sekitar Sungai Cisadane tetap perlu diwaspadai.

Ad Space
Bagikan: