Bondowoso – Operasi pencarian terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang kontak di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.13 WIB.
Kedua korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Erfan (35), seorang pemandu lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Keduanya memulai pendakian ke Gunung Piramid pada Minggu (2/8/2026), namun kemudian dilaporkan hilang kontak sehingga memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
BACA JUGA : Pendaki Asal Surabaya dan Pemandu Lokal Hilang di Gunung Piramid Bondowoso, Tim SAR Lakukan Pencarian
Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, mengatakan bahwa kedua korban ditemukan di kawasan bawah Punggung Naga, salah satu titik ekstrem di jalur pendakian Gunung Piramid. Lokasi penemuan berada sekitar 60 meter di bawah jalur pendakian dengan medan berupa tebing yang sangat curam.

"Untuk dua orang yang dikabarkan hilang saat mendaki Gunung Piramid telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Aryo saat memberikan keterangan kepada awak media didampingi On Scene Coordinator (OSC) Basarnas Jember, Jefriyansah.
Aryo menjelaskan, berdasarkan hasil pencarian, kedua jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon. Jarak antara kedua korban diperkirakan sekitar lima meter, yang mengindikasikan keduanya berada di lokasi yang sama saat mengalami musibah.

Setelah memastikan kondisi lokasi aman untuk dimasuki, personel SAR gabungan segera menuju titik penemuan guna melakukan penanganan awal terhadap jenazah. Proses tersebut meliputi pemeriksaan awal serta pembungkusan jenazah sebagai persiapan evakuasi dari lokasi kejadian.
"Selanjutnya dilakukan pembungkusan terhadap korban sebagai persiapan evakuasi," kata Aryo.
Meski demikian, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan pada hari yang sama. Tim SAR memutuskan menunda evakuasi hingga Rabu (5/8/2026) pagi karena kondisi medan yang sangat berbahaya. Tebing yang curam, minimnya pijakan, serta berkurangnya cahaya menjelang sore dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan personel yang bertugas.

Untuk mempercepat proses evakuasi keesokan harinya, sejumlah personel SAR gabungan memilih bermalam di sekitar lokasi penemuan. Langkah tersebut diambil agar proses pengangkatan jenazah dapat segera dilakukan begitu kondisi dinilai memungkinkan.
Selain menemukan kedua korban, tim SAR gabungan juga berhasil mengamankan sejumlah barang milik korban yang berada di sekitar lokasi penemuan. Barang-barang tersebut antara lain tas, sepatu, serta berbagai perlengkapan pendakian lainnya.

"Seluruh barang yang ditemukan sudah kami amankan," tambah Aryo.
Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan yang terdiri atas Basarnas, Kepolisian, TNI, BPBD, relawan, serta sejumlah komunitas pecinta alam. Proses pencarian berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat jalur Gunung Piramid dikenal memiliki karakteristik ekstrem dengan tebing terjal dan jalur sempit yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan selama melakukan aktivitas di alam bebas. Persiapan fisik, penggunaan perlengkapan yang memadai, pemantauan kondisi cuaca, serta pendampingan oleh pemandu yang memahami karakter jalur pendakian menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan pegunungan.
