Bondowoso – Setelah dua hari melakukan pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Erfan (35), pemandu lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Keduanya ditemukan di bawah kawasan Punggung Naga, salah satu jalur paling ekstrem di Gunung Piramid, pada kedalaman sekitar 60 meter dari jalur pendakian.
BACA JUGA : Pendaki Asal Surabaya dan Pemandu Lokal Hilang di Gunung Piramid Bondowoso, Tim SAR Lakukan Pencarian
Tim SAR menemukan kedua jenazah dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon. Jarak antara kedua korban diperkirakan sekitar lima meter. Selain melakukan identifikasi awal, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi, di antaranya tas, sepatu, serta perlengkapan pendakian lainnya.

Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, membenarkan penemuan kedua korban tersebut. Ia mengatakan proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil setelah menyisir area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban.
BACA JUGA : Dua Pendaki Gunung Piramid Ditemukan Meninggal Dunia, Evakuasi Ditunda karena Medan Curam
"Untuk dua orang yang dikabarkan hilang saat mendaki Gunung Piramid telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Aryo saat memberikan keterangan resmi.

Usai lokasi dipastikan aman, personel SAR langsung turun menuju titik penemuan untuk melakukan penanganan awal. Kedua jenazah kemudian dibungkus menggunakan kantong jenazah sebagai persiapan evakuasi dari lokasi kejadian.
"Kemudian kita lakukan pembungkusan korban. Barang-barang milik korban juga sudah kita amankan," tambah Aryo.
Meski proses penanganan awal berhasil diselesaikan pada hari yang sama, evakuasi penuh tidak dapat langsung dilakukan. Kondisi medan yang sangat curam, tebing terjal, serta berkurangnya pencahayaan menjelang petang membuat proses pengangkatan jenazah ditunda demi menjaga keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Operational Support Commander (OSC) Basarnas Jember, Jefriyansah, menjelaskan bahwa target pengemasan jenazah telah selesai dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, tim SAR menyusun skenario evakuasi khusus yang akan dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026).
"Target kita lakukan packing, alhamdulillah pada pukul 16.00 WIB target sudah ter-packing. Skenario evakuasi korban besok akan diupayakan dengan melakukan lifting ke Punggung Naga. Selanjutnya akan dibawa turun secara estafet ke Pos 2, dan lanjut ke Pos 1," jelas Jefriyansah.

Untuk mendukung proses tersebut, sejumlah personel SAR gabungan memutuskan bermalam di sekitar lokasi penemuan. Langkah ini diambil agar proses evakuasi dapat dimulai lebih cepat saat kondisi memungkinkan pada keesokan harinya.
Dalam skenario yang telah disusun, tim SAR akan dibagi menjadi tiga kelompok operasional. Dua kelompok akan difokuskan di kawasan Punggung Naga untuk melakukan proses lifting atau pengangkatan jenazah dari dasar jurang menuju jalur pendakian. Setelah berhasil diangkat ke atas, jenazah akan dibawa turun secara estafet melewati Pos 2 hingga Pos 1 sebelum selanjutnya dievakuasi ke lokasi yang telah ditentukan.
Proses evakuasi diperkirakan berlangsung cukup berat mengingat karakteristik jalur Gunung Piramid yang dikenal sempit, curam, dan memiliki tingkat risiko tinggi. Seluruh personel SAR di lapangan mengutamakan aspek keselamatan agar proses evakuasi dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan korban tambahan.

Selain fokus pada evakuasi korban, tim SAR gabungan juga telah mengamankan seluruh barang pribadi milik kedua pendaki yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sebagai bagian dari penanganan pasca-insiden.
